Aku suka Perancis, kotanya, seluk beluk kehidupannya, dan
bahasanya. Meski tak sepaham apa yang mereka ucapkan, tapi bahasa mereka selalu
terdengar romantis. Aku menyukai bahasa yang romantis, sama seperti aku
menyukai puisi dan secangkir kopi. Begitu juga puisi Perancis, bebapa buku coba
ku pahami sedikit untuk mengeja dan merafal bahasa surga mereka, dan ternyata
sangat sederhana.
Berikut salah satu kutipan puisi yang sudah terkenal
milik Jacques Prévert yang ternyata merupakan salah seorang penulis
puisi dan skenario film terkemuka Perancis.
DEJEUNER DU MATIN
Il a mis le café
Dans la tasse
Il a mis le lait
Dans la tasse de café
Il a mis le sucre
Dans le café au lait
Avec la petite cuiller
Il a tourné
Il a bu le café au lait
Et il a reposé la tasse
Sans me parler
Dans la tasse
Il a mis le lait
Dans la tasse de café
Il a mis le sucre
Dans le café au lait
Avec la petite cuiller
Il a tourné
Il a bu le café au lait
Et il a reposé la tasse
Sans me parler
Il a allumé
Une cigarette
Il a fait des ronds
Avec la fumée
Il a mis les cendres
Dans le cendrier
Sans me parler
Sans me regarder
Une cigarette
Il a fait des ronds
Avec la fumée
Il a mis les cendres
Dans le cendrier
Sans me parler
Sans me regarder
Il s’est levé
Il a mis
Son chapeau sur sa tête
Il a mis son manteau de pluie
Parce qu’il pleuvait
Et il est parti
Sous la pluie
Sans une parole
Sans me regarder
Il a mis
Son chapeau sur sa tête
Il a mis son manteau de pluie
Parce qu’il pleuvait
Et il est parti
Sous la pluie
Sans une parole
Sans me regarder
Et moi j’ai pris
Ma tête dans ma main
Et j’ai pleuré
Ma tête dans ma main
Et j’ai pleuré
Dengan terjemahan:
(ia sendokkan kopi ke dalam
cangkir - ia tuangkan susu ke cangkir berisi kopi itu -
ia tambahkan gula di kopi susunya - dengan sendok kecil - diaduknya - diminumnya kopi itu
dan diletakkannya kembali cangkir - tanpa mengucapkan apa-apa.
ia tambahkan gula di kopi susunya - dengan sendok kecil - diaduknya - diminumnya kopi itu
dan diletakkannya kembali cangkir - tanpa mengucapkan apa-apa.
dinyalakannya sebatang rokok -
dihembuskannya lingkaran-lingkaran asap -
dijentikkannya abu rokok ke dalam asbak - tanpa berbicara - tanpa memandangku.
dijentikkannya abu rokok ke dalam asbak - tanpa berbicara - tanpa memandangku.
ia bangkit - memakai topinya -
mengenakan jas hujan - karena saat itu hujan turun - dan ia pergi - menembus
hujan - tanpa sepatah kata - tanpa menoleh sedikit pun.
dan aku, kubenamkan - kepala
dalam tanganku – dan kutersedu.)
Makna yang tersirat sungguh sangat jelas dan dalam, namun
tetap dengan pilihan kata yang amat sangat sederhana. Aku menyukai bentuk puisi
yang tak rumit semacam ini. Bahasa puisi yang umum dan mudah dipahami bagi
siapa saja, terutama bagi debutant atau
pemula seperti aku.
Aku
menyukai sastra dan Perancis.
5 Comments
hanya bisa bilang bagus sambil terkesima
BalasHapushanya bilang makasih, sambil menyodorkan cikopi dan kulub hui, manggaaa :))
BalasHapusaya keneh cikopina neng? mantep sigana mah pulang dari mesjid langsung disuguhan cikopi sabari wisata di blog neng aya
BalasHapusaya a, mangga. pang reseupna mun ada kawan nu sering longak longok ka dieu teh. heheu
BalasHapusmaaf, kalau boleh tanya ini puisi tahun berapa? untuk referensi tugas kuliah, mohon balasannya, terimakasih :)
BalasHapusSilahkan tinggalkan pesan di sini: